Thursday, November 18, 2010

Tiga Macam Rizki



Di dalam kehidupan di dunia ini ada tiga macam rizki yang berasal dari Allah, yaitu:
1. Rizki yang dijamin
2. Rizki yang digantung
3. Rizki yang dijanjikan


Pertama:
Rizki yang dijamin adalah rizki yang pasti diterima oleh tiap-tiap hamba Allah dalam kehidupan dunia ini. Pada umumnya rizki yang dijamin ini meliputi kebutuhan hamba Allah yang sangat dasar seperti, makan, minum, pakaian. Terkadang tidak disadari atau terpikirkan datangnya rizki ini bahwa tiap hari mereka harus makan, minum serta berpakaian. Demikian juga bagi orang-orang yang tidak bekerja pun mereka pasti makan, minum serta berpakaian setiap hari, entah bagaimana pun datangnya rizkinya yang diterimanya pada hari itu. Ada yang melalui tangan orang tuanya, ada yang melalui tangan anaknya, ada yang melalui tangan saudara-saudaranya, ada yang melalui tangan temannya, dan sebagainya. Bagi yang bekerja ada yang atas usahanya sendiri, ada yang melalui tangan majikannya, bagi para profesional ada yang melalui pasiennya untuk dokter atau klien untuk pangacara, pedagang melalui pembeli, dan sebagainya. Allah menjamin rizki untuk memenuhi kebutuhan dasar hambanya.


Kedua:
Rizki yang digantung merupakan rizki yang belum diberikan kepada hamba-Nya, sementara Allah telah menetapkan rizki itu bagi hamba tersebut. Sebagaimana diketahui kalau Allah itu telah menakdirkan rizki bagi tiap-tiap hamba-Nya. Rizki yang digantung merupakan rizki yang akan diberikan kepada Allah setelah hamba tersebut mengupayakannya dengan bekerja bersungguh-sungguh atau secara profesional. Selama orang tersebut belum bekerja keras, maka rizkinya masih akan tetap digantung oleh Allah. Sedikit-banyaknya rizki tersebut diterima sangat tergantung kepada orang tersebut di dalam mengupayakannya. Berapa jumlah rizki yang masih digantung oleh Allah tidak ada yang tahu. Dengan berusaha terus secara istiqamah rizki ini diharapkan akan diterima. Kata kuncinya adalah, terus mengusahakannya. Jika tidak berhasil dengan usaha menjual makanan, belum tentu rizki seseorang itu telah buntu sebab boleh jadi bukan di bidang itu. Daripada meratapi kegagalannya, lebih baik seseorang itu bangkit memulai usaha yang baru. Sambil memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan, dibukakan jalan. Jika seseorang sungguh-sungguh berusaha InsyaAllah pasti Allah akan memberikan apa yang diminta.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186).

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 110).


Ketiga:
Rizki yang dijanjikan merupakan rizki yang akan ditambahkan oleh Allah kepada seseorang jika mereka melakukan beberapa syarat. Adapun syarat-syarat tersebut meliputi: menyisihkan sebagian hartanya kepada orang lain dengan cara beramal, berzakat, bershadaqah. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam QS. Al-Baqarah: 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” )QS. Al-Baqarah: 261).

Demikian juga Allah membuat perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, dalam QS. Al-Baqarah: 265 sebagai berikut:

“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.”(QS. Al-Baqarah: 265).

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al-Baqarah: 245).

Demikian juga dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa pada tiap-tiap sore saat matahari akan tenggelam dengan cahayanya yang merah di ufuk barat, di sana ada dua malaikat yang memohon kepada Allah agar bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya pada hari itu diganti oleh Allah dengan ganti yang lebih baik sebaliknya mendoakan bagi orang-orang yang kikir Allah memusnahkan hartanya.






Title: Tiga Macam Rizki; Written by AMH; Rating Blog: 5 From 5

No comments:

Post a Comment